Pemkab Aceh Utara Peringati Hari Lahirnya Pancasila

oleh -82 views

Aceh Utara | ADC – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Sabtu 1 Juni 2019, menggelar upacara dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila yang berlangsung dihalaman kantor pemerintahan Aceh Utara yang bertempat di Lhokseumawe.

Bertindak sebagai Inspektur upacara dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila yaitu Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut seluruh unsur Pimpinan Forkopimda Aceh Utara, Pimpinan Perguruan Tinggi, Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD, Ormas dan OKP, serta seluruh pejabat jajaran Pemkab Aceh Utara dan para Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

Plt. Kepala Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Hariyono, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib mengatakan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “Pendiri Bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesiaan, baik sebagai bangsa maupun sebagai negara, masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong, keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

BACA..  Badan Publik Harus Terbuka Dengan Kritik Dan Saran

“Dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi, bahwa memperingati dan merayakan hari lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan,” kata H Muhammad Thaib sapaan akrab Cek Mad dalam amanatnya.

Selain itu, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan. Memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “Panitia Kecil” tanggal 22 Juni, dan penegsahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

“Tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan”, imbuhnya

Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan”, yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua, dan Pancasila adalah rumah kita semua.Pungkasnya. ( Sayed F / Rel ).