Wali Kota : Stok Bahan Pokok Banda Aceh Aman Hingga Akhir Tahun

oleh -95 views

Laporan | Ahmad Fadil
Banda Aceh (AD)- Wali Kota Banda Aceh memastikan ketersedian stok bahan pokok di Banda Aceh dipastikan mencukupi hingga akhir tahun 2020.
Hal itu disampaikan Aminullah Usman, pada saat rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dihadiri Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banda Aceh, Rusmadi, Kepala Bulog Divre Aceh, Isran Nasution, para pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh diantaranya, Kepala Bapedda Kota Banda Aceh, Weri, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan, M. Nurdin, Selasa 1 Desember 2020.
Dalam rapat tersebut, kata Wali Kota, masyarakat ‘Kota Gemilang’ tidak perlu khawatir akan persediaan bahan pokok terutama beras, karena stoknya mencukupi hingga akhir tahun.
“Seperti dilaporkan oleh Kepala Buloq, beras cukup stoknya hingga panen kedepan yang diperkirakan Februari atau Maret. Jadi masyarakat tidak perlu harus memborong dalam jumlah besar,” kata Aminullah Usman.
Selain itu, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini juga menyebutkan, masyarakat kota perlu mendapatkan informasi terkait ketersedian bahan pangan. Apalagi menjelang libur panjang akhir tahun, sehingga masyarakat tidak panik yang kemudian melakukan aktivitas belanja dalam jumlah besar.
“Perilaku penimbun barang akan berdampak terhadap kenaikan inflasi di Banda Aceh,” ujar Aminullah.
Selain stok mencukupi, harga sejumlah komoditi juga normal di pasar sesuai dengan survey yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UMK dan Perdagangan Kota Banda Aceh.
Dalam rapat ini, BI, BPS, Buloq dan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan menyampaikan presentasi terkait dengan data-data ekonomi Banda Aceh.
Menurut Aminullah, data-data yang disampaikan tersebut, menjadi penting bagi Pemko Banda Aceh dalam rangka menentukan kebijakan ekonomi ke depan. Selain itu, dalam rapat ini juga terungkap data kemiskinan di Banda Aceh mengalami penurunan. Saat ini, angka kemiskinan di Banda Aceh turun menjadi 6,90 persen (Kuartal I Tahun 2020) dari 7,22 persen tahun 2019.
“Meski pandemi Covid -19, angka kemiskinan kita turun. Ini kemiskinan terendah di Aceh, dan ini menandakan bahwa perekonomian Banda Aceh tetap bergairah meski sedang dilanda wabah corona. Ini patut kita syukuri dan kita pertahankan,” pungkas Wali Kota.
Rapat TPID yang dipimpin Wali Kota ini melahirkan sejumlah rekomendasi diantaranya, memastikan stabilitas pasokan pasca panen untuk komoditas bahan pokok penyumbang utama inflasi yaitu beras, berbagai ikan, cabai, daging, bawang merah, baik pemenuhan dalam daerah maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mengaktifkan perdagangan antar Kabupaten/Kota untuk memenuhi kebutuhan barang saat terjadi kelangkaan pasokan di Banda Aceh juga menjadi poin yang dibahas dalam rapat ini.  Komoditas ikan dari Kabupaten lain yang pada saat aktivitas melaut nelayan di Banda Aceh terkendala dengan cuaca karena dampak perubahan iklim serta pergeseran cuaca.
Komoditas ikan mutlak membutuhkan Cold Storage, terutama ikan tongkol menjadi yang menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi selain cabai merah.
Selain itu, juga direkomendasikan peningkatan kelancaran distribusi barang ke masyarakat melalui Toko Tani Indonesia (KTI) di samping pasar Konvensional.
Kemudian, akan dilakukan upaya pencegahan praktik penimbunan bahan kebutuhan pokok melalui kerja sama TPID dengan Satgas Bahan pokok. (*)

BACA..  Yalsa Boutique Luncurkan Busana Muslim Terbaru Aceh