Tim Mahkamah Agung RI: Non Muslim Saja Ingin Dihukum Sesuai Syariat Islam

oleh -82 views
Ilustrasi

Banda Aceh (Atjehdaily) – Tim dari Mahkamah Agung RI yang dipimpin Ketua Muda Kamar Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Dr. H. Amran Suadi SH. MH. MM dalam kunjungan kerja ke Aceh. Rabu 1 November 2017  turut membahas beberapa persoalan, di antaranya terkait pandangan sebagian orang tentang keberadaan Mahkamah Syariah Aceh yang dinilai tidak tunduk ke undang-undang nasional, termasuk putusan hukum di Mahkamah Syariah yang dinilai melanggar HAM.

BACA..  M. Purba,SH: Kejari Gayo Lues Segera Rampungkan Penyidikan Dua Kasus Dugaan Korupsi

“Dari informasi yang kita kumpulkan, sejumlah pelanggar syariat Islam yang non muslim bahkan meminta secara sukarela untuk dihukum sesuai syariat Islam, itu yang ingin kita jelaskan nanti,” ujar Amran di ruang Wwagub Aceh.

Untuk itu, tim Mahkamah Agung RI ingin menuliskan sebuah buku yang menjelaskan kekhususan dan keistimewaan Aceh yang dilindungi undang-undang, sehingga keberadaan Mahkamah Syariah dan penerapan syariat Islam di Aceh adalah sah.

Buku tersebut diharapkan dapat memberi penjelasan kepada semua pihak, termasuk pejabat negara, yang tidak mengerti kekhususan Aceh dan syariat Islam di Aceh, bahwa penerapan syariat Islam di Aceh tak seperti yang diberitakan di luar.

Sementara Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam penjelasannya mengatakan, semua yang dilakukan  Pemerintah Aceh sudah sesuai hukum yang berlaku.

BACA..  Ketua Kadin Bireuen Dipecat, Diminta Bentuk Pengurus Baru

Terkait penulisan buku, Wagub mengatakan mendukung penulisan buku tersebut.

“Saya mendukung buku yang ditulis secara lengkap, yang kemudian bisa menjadi reverensi,” ujar Wagub.

Wagub juga berharap, penulisan buku tersebut juga dilakukan uji publik yang melibatkan semua pihak. (r)