banner 700250

Bupati Nagan Raya Dinilai Tidak Becus Urus TKA China

oleh -336 views

Banda Aceh (AD)- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Nagan Raya, Muhammad Zubir, SH meminta Plt Gubernur Aceh mengusir 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan dipekerjakan pada PLTU 3-4 Nagan Raya.

Menurutnya, ke 38 TKA China ini, diproyeksikan akan dipekerjakan pada PLTU 3-4 Nagan Raya. Namun kenyataannya, mereka datang dengan mengunakan visa wisata.

“Ini jelas bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Pada pasal 1 Ayat (1). Tenaga Kerja Asing yang selanjutnya disingkat TKA, adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia,” ungkap Zubir dalam siaran persnya kepada media ini, Selasa 1 September 2020.

BACA..  Nova Keluarkan Edaran Antisipasi Sebaran Covid

Ia menjelaskan, pada Pasal 17 Ayat (1) menyebutkan, Setiap TKA yang bekerja di Indonesia wajib mempunyai Visa tinggal terbatas (Vitas) untuk bekerja. Sementara, para TKA asal China tersebut, hanya memegang visa wisata bukan visa kerja.

“Berdasarkan hal tersebut, kami meminta Plt Gubernur Aceh untuk menegur Bupati Nagan Raya, karena dinilai tidak becus mengurus TKA asal China. Sementara itu, Bupati sudah dua kali melakukan kesalahan alias blunder terkait kedatangan TKA tersebut,” pinta Ketua YARA Perwakilan Nagan Raya.

BACA..  Gempa 5.9 SR Guncang Pangandaran

Seharusnya, kata Zubir, Bupati Nagan Raya memerintahkan jajarannya untuk menertibkan kondisi seperti ini dengan Pemerintah Aceh. Bukan malah justru mengulang kembali kejadian yang sama. Ada apa ini?.

“YARA mempertanyakan, dimana posisi TKA China itu sekarang?. Jangan sampai Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyembunyikan informasi masalah ini dari masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menegur keras serta mengevaluasi kembali PT Meulaboh Power Generstsion yang sudah melakukan pelanggaran kedua kalinya, dengan memasukan TKA China yang tidak memiliki dokumen lengkap.

“Pemerintah Aceh harus menegur keras dan mengevaluasi kembali PT Meulaboh Power Genertsion, karena telah dua kali melakukan kesalahan yang sama,” tegas Zubir.

Oleh karena itu, YARA berharap kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini. Karena kondisi ini sangat merugikan Pemerintah Aceh khususnya dan masyarakat Nagan Raya,” demikian tutup Muhammad Zubir, SH. (R)