Bincang Ringan Bersama Sang Lengenda Sepak Bola Aceh

oleh -279 views

Banda Aceh (AD) – Klub Sepak bola Persiraja Banda Aceh yang telah berkiprah sejak tahun 1957 tentu menyimpang segudang kisah dan sejumlah pemain yang menjadi legenda laskar rencong.

Seperti klub sepak bola lainnya baik nasional maupun dunia, fluktuasi prestasipun dilalui sepanjang kompetisi yang diikuti. Demikian pula dengan klub Persiraja Banda Aceh yang pernah menjadi terbaik di indonesia dengan menjuarai Piala Perserikatan pada tahun 1980, mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1 di Gelora Bung Karno Jakarta. Salah satu pemain yang membawa puncak prestasi Persiraja dalam dekade tersebut adalah Nasir Grumud atau Nasir Guru Mud.

Saat bertemu di salah satu lokasi di pingir kota Banda Aceh, Minggu (23/8) Nasir Guru Mud dengan senyum khasnya membalas sapa AtjehDayli.id Raud wajah sang legenda Persiraja tidak jauh berbeda kendati usia kini tidak lagi muda. Prestasi di kancah olah raga sepak bola di persembahkan berbarengan dengan kuliah yang digelutinya di kampus Universitas Syiahkuala (Unsyiah) Banda Aceh.

BACA..  Prediksi Pertandingan Liga Eropa: CSKA Moscow vs Dinamo Zagreb

Nasir Guru Mud menuturkan mulai bergabung memperkuat klub Persiraja sejak tahun 1977 hingga tahun 1989.” Sedikit kewalahan membagi waktu antara kuliah dan latihan yang harus di ikuti waktu itu,” ungkap Nasir. Terlebih bila musim kompetisi yang perlu ada kelonggaran yang di berikan oleh kampus agar bisa ikut memperkuat kesebelasan Persiraja.

Dia mengatakan, salah satu sosok yang sangat memberi dukungan dan berjasa adalah Dimurthala yang kini diabadikan namanya sebagai nama Stadion di Banda Aceh.

BACA..  Prediksi Pertandingan Liga Eropa: Sivasspor vs Maccabi Tel Aviv

Nasir menambahkan, ditangan Dimurthala berbagai kendala yang saat itu di hadapi bisa di selesaikan, termasuk menguruskan izin tidak masuk kuliah karena harus latihan ataupun bertanding. ” Kami pemain Persiraja tidak di gaji dan tidak berharap mendapat imbalan dari bermain bola, namun sangat bangga bila tampil dan dielu- elukan oleh warga Aceh saat bertanding,” kisah Nasir.

Dia juga pernah memperkuat tim mahasiswa nasional ketika mengikuti Kompetisi sepakbola mahasiswa se Asean pada tahun 1982 dimana Nasir Guru Mud terpilih sebagai pemain terbaik.

Dirinya juga menambahkan kunci utama untuk solitnya tim adalah kebersamaan yang terbentuk disamping disiplin dan tanggungjawab setiap individu. Akhir bincang Nasir Guru Mud yang bergelar Dokter Hewan ini mengatakan, jiwa dulu Persiraja dengan fasilitas yang seadanya mampu memberikan terbaik untuk rakyar Aceh, maka bukan hal yang mustahil prestasi gemilang akan kembali di gapai Persiraja dengan managemen yang lebih baik, pungkas Nasir Guru Mud. (TM).