MTQ Tingkat Kabupaten Bireuen Dipastikan Juli 2021

oleh -85 views

Bireuen (AD) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Bireuen di pastikan berlangsung 24-31 Juli 2021 dengan jumlah peserta mencapai 589 orang serta 51 official yang kegiatan dimaksud berlangsung di beberapa lokasi, yang diantaranya belum ditentukan.

Kadis Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag mengemukakan hal itu, kepada wartawan seusai menggelar rapat panitia inti di pendopo Bupati Bireuen, Rabu (30/6). Rapat panitia inti tersebut dihadiri Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si, dan unsur Forkopimda Bireuen, yang membahas kepastian jadwal MTQ dan beberapa format yang diusulkan pada panitia inti, mengingat penyelenggaraan MTQ kali ini, bertepatan dalam masa Pandemi Covid 19,

Dikatakan, dalam rapat panitia itu, ada beberapa format yang diajukan dan telah disetujui, baik menyangkut jadwal pasti berlangsungnya MTQ kalki ini, yaitu tanggal 21-31 Juli 2021, tentang panggung utama yang dipusatkan di Mesjid Agung Bireuen, maupun peserta yang tidak harus di vaksin maupun dan medsos serta berbagai sarana lainnya..

Namun, menyangkut beberapa format lainnya, masih harus dirapatkan lagi dengan panitia inti, diantaranya lokasi tempat perlombaan selain panggung utama telah ditetapkan di Mesjid Agung Bireuen, juga menyangkut saat pengumuman juaranya, serta pembagian piala kepada juaranya yang akan diumumkan kelak.”Nanti diputuskan kemudian, tentang juara, yang hadir pada saat penutupan,” Ujar Anwar.

Disebutkan, dalam MTQ kali ini, akan menghadirkan 589 peserta yang mewakili 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen yang mengikuti delapan cabang perlombaan yang terdiri dari 49 katagori/golongan, dan mereka itu, kesemuanya telah memenuhi persyaratan, dan peserta akan tetap diberlakukan Protkes yang ketat,”jelas Kadis Syariat Islam.

Menurut Anwar, S.Ag, panitia akan mempersiapkan segala sesuatunya bagi penonton yang ingin menyaksikan dan melihat hasil MTQ yang digelar di masa Pandemi Covid 19, dengan menyaksikan lewat live Streaming, maupun mendengar lewat radio, serta media sosial lainnya. “Tujuannya agar tidak sampai terjadinya kerumunan di arena penyelenggaran,” urainya, Anwar seraya mengatakan untuk peserta, panitia tidak menyediakan pemondokan, selain menyediakan minibus untuk antar jemput peserta ke daerahnya masing-masing.(Maimun Mirdaz).