,

Billiard Di Warung Agar Ditutup

oleh -391 views

LANGSA, (AD) | Baru saja diresmikan Billiard di Cafe Lotte One, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Langsa Kota, Aceh. Sudah mendapat penolakan, dari Ketua HUDA Aceh, walau biliard itu salah satu cabang olahraga namun tidak boleh disediakan di warung Kopi atau Cafe.

BACA..  Forum Jurnalis Aceh Cabang Bireuen Diketuai Oleh Maimun Mirdaz

Pada saat peresmian, Ir Joni, Sekretaris Komite Nasional Olah Raga Indonesia (KONI), Kota Langsa, yang juga wakil ketua II DPRK Kota Langsa, disela pembukaan sarana pelatihan Billiard Kota Langsa serta pembukaan Cafe Latte One di Jalan Teuku Umar Gampong Blang Pase Kota Langsa, Sabtu (01/02/2020, mengadakan, pusat latihan billiard ini bertujuan untuk mencari bibit atlit yang nantinya akan bertanding di tingkat Daerah, Provinsi maupun tingkat Nasional. Dan bukan sebuah tempat penjudian.

BACA..  LPPNRI Soroti Lampu Penerangan Jalan di Aceh Besar

Selain itu, peningkatkan skill dan kemampuan atlit POBSI Kota Langsa agar saat bertanding sudah terampil nantinya. Sebaliknya Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk. H. Syech Muhazir Usman, S.Ag, LLM saat dihubungi melalui telepon selularnya, Sabtu, (01/02/2020) kepada atjehdayli.id, mengatakan, Billiard adalah Sebuah cabang Olah Raga, namun bukan ditempatkan diwarung Kopi.

BACA..  Forum Jurnalis Aceh Cabang Bireuen Diketuai Oleh Maimun Mirdaz

Menurutnya; hal itu akan terjadi praktik perjudian (Maisir) karena banyak pemainya maka tidak cocok biliard itu di Aceh yang berlaku syariat Islam, walaupun dikatakan itu olahraga, siapa yang bisa menjamin tidak unsur perjudian (maisir), tentu saja pemain billiard kalo tidak ada unsur main uang pasti tidak main, jika biliard itu di tempatkan di arena olahraga tentu kita tidak melarangnya.

Ketua Huda meminta kepada pemerintah Kota Langsa untuk di tutup biliard tersebut, jika tidak kami akan memaksa untuk di tutup dengan mengarahkan kekuatan yang ada. Pada Saat peresmian, Ketua POBSI Kota Langsa Hanafi, mengimbau kepada warga Kota Langsa untuk dapat mengawasi pusat latihan Billiard ini, kalau ada indikasi permainan judi (maisir) maka laporkan.

“Kita akan tindak pemain Billiard apabila ada indikasi perjudian (maisir) bahkan akan kita tutup bila di jadikan sarana judi (maisir),” akhiri Hanafi. Ditegaskan Hanafi, kalau hanya petugas WH yang mengawasi maka tidak akan sanggup, disinilah peran warga sangat di butuhkan dalam mengawasi sarana olah raga Billiard.

Pada saat peresmian secara terpisah, Geuchik Gampong Blang Pase Kota Langsa Muhfizar sangat apresiasi di bukanya Cafe Latte One dan Pusat Pelatihan Billiard, sebab dapat menyerap tenaga kerja pemuda Gampong PB.Blang Pase.

“Jadi kalau ada pemuda di Gampong PB.Blang Paseyang menganggur dapat bekerja di cafe tersebut seperti tukang parkir, pelayan cafe dan menjaga pusat pelatihan Billiard”, pungkas Musfizar.

Geuchik Blang Pase, Musfizar, pada saat peresmian biliard di cafe Lotte One, juga mengucapkan terimakasih pada owner Cafe Latte One yang telah membuka cafe dilingkungan Gampong PB.Blang Pase,Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang. (Mustafa).